FISIP, Magister Ilmu Pemerintahan, dan Fakultas Ekonomi UNITAS Palembang Gaet Pakar Spanyol dan Sarekat Hijau Indonesia Bahas Potensi Rempah
FISIP, Magister Ilmu Pemerintahan, dan Fakultas Ekonomi UNITAS Palembang Gaet Pakar Spanyol dan Sarekat Hijau Indonesia Bahas Potensi Rempah
Sen, 9 Juni 2025 6:45
sasd

niversitas Tamansiswa (UNITAS) menjalin kerja sama strategis dengan Serikat Hijau Indonesia (SHI) melalui rangkaian kegiatan kolaboratif yang bertujuan mengangkat kembali kejayaan rempah Nusantara sebagai pilar peradaban dan penggerak ekonomi hijau di Indonesia.

Kerja sama ini diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan akademik salah satunya adalah Kuliah Umum Ekonomi Hijau 2024, dimana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerja sama dengan Magister Ilmu Pemerintahan dan Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Kebijakan Pembangunan Ekonomi melalui Rempah sebagai Jalan Ekonomi Hijau Indonesia 2024”. Acara ini menekankan pentingnya kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tamansiswa (UNITAS), bekerja sama dengan Program Magister Ilmu Pemerintahan dan Fakultas Ekonomi, menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Kebijakan Pembangunan Ekonomi melalui Rempah sebagai Jalan Ekonomi Hijau Indonesia 2024”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Suso Mourelo, dosen dari Universitas Rey Juan Carlos (Spanyol), serta Ade Indriaty Zuchri, Ketua Sarekat Hijau Indonesia (SHI), sebagai narasumber. Acara ini dilaksanakan pada 16 Mei 2025.

 

Kuliah umum ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara UNITAS dan Sarekat Hijau Indonesia dalam mengangkat kembali potensi rempah sebagai pilar ekonomi hijau yang adil dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Mourelo menekankan bahwa kebijakan ekonomi untuk mendukung kejayaan rempah Indonesia harus mencakup tiga aspek penting: keterlibatan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta dukungan dari pemangku kepentingan yang relevan. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antar-lembaga yang memiliki visi serupa, terutama dalam membangun sistem indikasi geografis yang kuat.

Sementara itu, Ade Indriaty Zuchri menyampaikan bahwa kebijakan ekonomi berbasis rempah dapat menjadi motor penggerak utama bagi ekonomi hijau Indonesia menuju visi 2045.

Kuliah umum ini dibuka oleh Dekan FISIP UNITAS, Nyi Masayu Adiah, S.Sos., M.Si., yang menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat memperluas wawasan dan pengetahuan peserta, baik mahasiswa maupun dosen lintas fakultas.

“Kehadiran Prof. Mourelo memperluas wawasan kita, sekaligus membuka ruang diskusi lintas ilmu dan lintas budaya,” ujar Nyi Masayu Adiah.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari FISIP, Program Magister Ilmu Pemerintahan, serta Fakultas Ekonomi UNITAS.

 

Penulis : TIM

Berita

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

No data was found